Naskah Kuno Aksara Lampung, Jejak Peradaban di Sai Bumi Ruwa Jurai

  • 09:50 WIB
  • 01 October 2025
  • Admin Museum Ruwa Jurai
  • Dilihat 799 kali
Naskah Kuno Aksara Lampung, Jejak Peradaban di Sai Bumi Ruwa Jurai

Bandar Lampung - Aksara Lampung, atau yang dikenal sebagai Ka - Ga - Nga, merupakan salah satu warisan budaya tulis masyarakat Lampung. Sejak berabad - abad lalu, aksara ini digunakan untuk menuliskan naskah keagamaan, hukum adat, silsilah keluarga, hingga karya sastra rakyat. Naskah kuno beraksara Lampung menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Lampung memiliki tradisi literasi yang kuat.

Kebangkitan popularitas aksara Lampung mulai terasa kembali sejak akhir abad ke-20, ketika pemerintah daerah bersama budayawan menegaskan pentingnya pelestarian identitas lokal. Sejak tahun 1990-an, aksara Lampung diperkenalkan sebagai muatan lokal dalam pendidikan di sekolah - sekolah. Upaya ini memberi kesempatan generasi muda untuk mengenal dan menuliskan kembali bahasa daerah mereka dengan aksara asli.

Para peneliti mencatat bahwa aksara Lampung memiliki kedekatan dengan rumpun aksara India Selatan, Pallawa, dan Jawa Kuno. Naskah kuno yang ditemukan di wilayah Lampung berisi doa - doa Islam, ajaran moral, hingga hukum adat yang menjadi pedoman hidup masyarakat. Koleksi naskah tersebut kini sebagian tersimpan di Museum Negeri Provinsi Lampung.

Museum Negeri Provinsi Lampung menjadi salah satu pusat penting dalam pelestarian budaya Lampung, salah satunya naskah yang banyak bertuliskan aksara Lampung. Di museum ini, koleksi naskah kuno beraksara Lampung dirawat dan ditampilkan kepada publik. Melalui pameran, edukasi, dan program literasi budaya, museum berperan memperkenalkan kembali aksara Lampung kepada generasi muda. Kehadiran museum menjadi jembatan antara warisan masa lalu dengan tantangan zaman modern.

Popularitas aksara Lampung semakin meningkat setelah pemerintah Provinsi Lampung menerapkan kebijakan penggunaan aksara ini di ruang publik. Kini, masyarakat dapat menemukannya di papan nama jalan, gedung pemerintahan, dokumen resmi, bahkan media digital. Kehadirannya bukan sekadar simbol, melainkan pengingat bahwa masyarakat Lampung memiliki identitas budaya yang kuat.

Di era media sosial, aksara Lampung juga mulai digunakan dalam karya kreatif anak muda, baik berupa poster, konten visual, maupun seni tipografi. Perpaduan teknologi modern dengan tradisi menjadikan aksara Lampung semakin dekat dengan masyarakat luas.

Dengan semakin populernya aksara ini, harapannya tidak hanya berhenti pada bentuk simbolis, tetapi juga mendorong rasa bangga, pemahaman sejarah, serta pelestarian budaya yang berkelanjutan. Museum Negeri Provinsi Lampung, bersama masyarakat dan pemerintah, terus memainkan peran penting agar aksara Lampung tetap hidup sebagai identitas sekaligus kebanggaan daerah.